Rahasia dan inti shalat

Rahasia dan inti shalat adalah menghadapkan hati kepada Allah swt ketika shalat itu dan kehadirannya secara total di depan-Nya. Jika kita tidak menghadap kepada-Nya sibuk dengan urusan selain-Nya, sibuk dengan bisikan jiwa kita, maka kita ibarat orang yang mendatangi pintu sang penguasa, mengakui kesalahan dan kekeliruannya yang kita perbuatnya, mengharap kemurahan dan belas kasihnya, memohon santapan bagi kita agar memperoleh kekuatan untuk melaksanakan pengabdian kepada-Nya.

Namun setelah kita tiba diambang pintu-Nya dan tinggal berbisik kepada sang penguasa Allah SWT, justru kita berpaling dari-Nya, menengok ke kanan dan kekiri, bahkan memalingkan punggung kita dan sibuk dengan hal-hal yang dibenci sang penguasa dan menurunkan derajat kita di hadapan-Nya, padahal Dia-lah yang harus kita pentingkan yang harus dijadikan kiblat pengabdian dan arah pandangan hati kita yang sesungguhnya. Demikian gambaran shalat kita yang tidak khusuk.

Janganlah Allah swt memandang tidak berguna tingkat pengabdian kita, dalam shalat kita. Kita bertekad sekali melaksanakan tugas dan amanat kita tunaikan dengan sebaik-baiknya. Marilah anak-anakku, generasi muslim pengikut nabi kita Muhammad saw, manakala pengabdian kita dalam shalat bisa sempurna/khusuk, maka Allahw swt akan memberikan rahmat-Nya kepada kita dengan kebahagiaan hidup Allah swt, dengan kasih sayang-Nya tidak menyia-nyiakan pengorbanan, kesungguhan dan ketulusan hamba-Nya dengan karunia yang sangat menyenangkan terutama kelak di surga-Nya.

Shalat menjadi khusuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:

  1. Shalat dikerjakan harus memenuhi syarat dan rukun shalat, karena ibadah shalat adalah sesuatu yang ditentukan oleh syara’.
  2. Mempersiapkan diri khususnya batin dengan rasa tawadlu’ kepada Allah swt, Dzat penentu hidup mati kita. Manakala ada panggilan adzan kita menyongsongnya dengan ketaatan untuk bersegera menunaikan shalat
  3. Berusaha memahami bacaan-bacaan yang ada dalam shalat, setidaknya kalau belum mampu memahaminya bisa dengan membayangkan lafalnya dalam hati
  4. Menjaga pandangan dengan menghadap ke tempat sujud (sajadah) karena setiap gerakan pandangan/penglihatan kepada suatu obyek hati dan pikiran orang akan terpengaruh obyek tersebut dengan godaan setan
  5. Istiqomah dalam menjalankan shalat. Sesuatu yang dikerjakan secara kontinyu dalam arti selalu menjaga shalatnya Allah swt akan memberikan rahmat-Nya.
  6. Shalat diusahakan ditunaikan dalam suasana dan lingkungan yang tenang
  7. Memohon dengan berdo’a kepada Allah swt akan rahmat-Nya dan diberikan kekuatan dan kesabaran dalam shalat yang akan ditunaikan
  8. Melepaskan diri hati kita dari sifat-sifat buruk seperti dengki, dendam, su’udzon kepada sesama atau sifat riya dan takabur agar tidak terbawa-bawa dalam pelaksanaan shalat
  9. Meyakini bahwa shalat yang dilaksanakannya adalah shalat terakhir dalam hidupnya
  10. Tidak tergesa-gesa dalam shalatnya dengan mengurangi perasaan dikejar-kejar oleh suatu acara/agenda sesudah shalat
  11. Berusaha menjauhi makanan dan minuman yang diharamkan baik dari jenis maupun perolehannya, karena membawa pengaruh dalam setiap ibadah yang dilakukan seseorang
  12. Shalat dilaksanakan secara berjamaah, karena di dalamnya mengandung keberkahan dan kesempurnaan dalam ibadah shalat selain pahala yang berlipat dari sisi Allah swt

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s