Adian Husaini: Tokoh Pendidikan Nasional Bukan Ki Hajar Dewantoro

Manajemen Pendidikan Dan Pemikiran Islam

DEPOK (Voa-Islam) – Dalam bidang pemikiran, ada kesan, telah terjadi dua kutub yang berbeda, yakni kelompok yang mengagungkan akal, dan yang menafikan akal. Padahal Imam Ghazali meletakkan wahyu dan akal seperti mata dan cahaya. Begitu juga Ibnu Qayyim al-Jauziyyah yang mengatakan, untuk mencari kebenaran, wahyu harus diikuti dengan akal sehat.

“Menolak akal adalah sikap yang tidak benar. Untuk memahami Al-Qur’an secara benar, tentu dengan menggunakan metode berpikir. Akal dan wahyu harus seiring sejalan. Kita tak harus membenci Barat, tapi kita perlu memahami Barat. Naqib al Al Atas pernah mengatakan, bila ingin jadi muslim yang baik, maka harus memahami Barat. Hal inilah yang sekarang dirusak di perguruan tinggi umum maupun Islam,” kata Adian Husaini dalam sebuah diskusi pemikiran di Depok.

Diakui Adian, saat ini kaum sepilis (secular, plural dan liberal) semakin cerdik. Suatu ketika, peneliti INSIST itu pernah diundang oleh Asosiasi Guru Agama sebagai pembicara untuk membedah buku pendidikan nilai multikultur…

Lihat pos aslinya 304 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s