Kegelisahan

Laci Ajaib

“Kapan kamu jadi berangkat?” nada bicaramu terdengar biasa saja, tapi sorot mata itu menyemburkan kekhawatiran.
“Entahlah, barangkali satu atau dua minggu lagi,” jawabku, mencoba meniadakan kegelisahanmu.
“Berapa hari?”
Seingatku, rentetan pertanyaan ini sudah berulang kali kau tanyakan dan berulang kali pula aku menjawab dengan kalimat yang sama.
“Dua atau tiga hari.”
Setelahnya kamu akan diam, sedang aku berpikir keras mencari kosa kata baru untuk mengalihkan kebekuan.

“Tidak apa-apa?” tanyamu akhirnya.
Tentu saja aku tak akan apa-apa, aku sudah terbiasa. Mungkin, ya, mungkin kamu hanya belum tahu atau bisa jadi karena kecemasan sudah menerormu lebih dulu.
“Tak akan apa-apa,” aku tersenyum tapi raut mukamu tak juga berubah.

Lihat pos aslinya 79 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s