Jadilah Pemaaf

Butir Pasir

Ini bukan tulisanku, tapi tulisan Pak Dwi Budiyanto (yang orang Jogja ato pernah di Jogja mungkin tahu) di salah satu status fb beliau. Mbaca tulisan ini cukup menusuk kesadaranku, bahwa selama ini masih sangat terlalu egois, hati ini terlalu sempit dan perlu diperluas untuk bersua dengan dunia, pun dari yang terkecil di keluarga.

Tentu saja aku masih harus banyak belajar untuk menjadi pemaaf. Tapi aku juga berharap teman-teman yang ikutan baca tulisan ini bisa ikut mengambil renungan darinya.

***

Jadilah Pemaaf
Oleh (Ust. Dwi Budiyanto)

Itu perintah Tuhan di dalam Al-Quran. Khudzil ‘afwa — jadilah pemaaf (Q.s.7:199). Sederhana kelihatannya, tapi tidak segampang untuk memraktikannya. Menjadi pemaaf itu artinya belajar berlapang dada atas ketidaksesuaian pikiran, perkataan, dan tindakan orang lain dalam kacamata kita. Dalam kenyataannya, tidak semua orang akan memuaskan kita. Tidak setiap sahabat akan menuruti seluruh kemauan kita. Tidak semua karib akan selalu tak berkhilaf dalam pandangan kita. Maka, jadilah…

Lihat pos aslinya 303 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s